Dalam sambutannya, KH. Yusuf Hasyim menegaskan bahwa posko kesehatan tersebut akan beroperasi penuh selama 24 jam. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat yang sakit akibat banjir dapat segera memperoleh penanganan medis tanpa terkendala waktu. “Kami ingin memastikan warga yang mengalami gangguan kesehatan segera mendapatkan bantuan medis dengan cepat,” ujarnya.
Ketua NU Peduli Kabupaten Pati, Edi Kiswanto, menambahkan bahwa posko ini difokuskan untuk menangani keluhan kesehatan yang umum terjadi saat banjir, seperti penyakit kulit, gatal-gatal, flu, batuk, demam, hingga masuk angin. Selain layanan medis, acara peresmian juga ditandai dengan penyerahan donasi berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta serta bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan warga di pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus PCNU, MWC NU Juwana, tim NU Peduli, badan otonom NU, lembaga-lembaga NU, pemerintah desa setempat, hingga aparat kepolisian. Edi Kiswanto berharap sinergi lintas sektor ini dapat memperkuat penanganan bencana di Kabupaten Pati. Menurutnya, semakin banyak posko kesehatan yang didirikan, semakin besar manfaat yang dirasakan warga di tengah kondisi banjir.
Sebelumnya, NU Peduli telah mengoperasikan posko serupa di Desa Kalidoro, Kecamatan Pati Kota. Ke depan, komitmen kemanusiaan ini akan terus diperluas dengan rencana pembukaan posko kesehatan di beberapa titik rawan banjir lainnya, seperti Kecamatan Kayen, Gabus, dan Sukolilo. Dengan adanya posko-posko tersebut, NU Peduli berharap dapat meminimalisir dampak buruk kesehatan bagi warga Pati yang terdampak cuaca ekstrem dan luapan air.
