NU Trangkil

Evaluasi Program dan Keuangan TPS Santri Bumi Telon (LPBI NU)

 

Foto Dokumentasi LPBI MWC NU Trangkil


nutrangkil.com — Suasana hangat terasa di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Santri Bumi Telon pada Sabtu malam 20 Desember 2025, ketika Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) MWC NU Trangkil menggelar evaluasi program sekaligus laporan keuangan. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dihadiri oleh pengurus LPBI MWC NU Trangkil.

Dalam pemaparan laporan Huda bendahara LPBI MWC NU Trangkil, sejak berdiri pada 8 Agustus 2023 hingga 20 Desember 2025, TPS Santri Bumi Telon berhasil mencatat pemasukan sebesar Rp 40.806.000,00 dengan pengeluaran Rp 35.904.000,00. Dari hasil pengelolaan tersebut, saldo akhir yang tersisa mencapai Rp 4.902.000,00. Angka ini menunjukkan adanya pengelolaan keuangan yang cukup baik dan transparan, sehingga dapat menjadi dasar untuk pengembangan program di masa mendatang.



Tidak hanya soal keuangan, capaian fisik juga menjadi sorotan penting. Sejumlah fasilitas telah berhasil dibangun untuk mendukung aktivitas pengelolaan sampah dan kegiatan santri, antara lain tungku pembakaran, gazebo untuk ngaji, angkruk, serta kanopi. Selain itu, fasilitas listrik, sumur, dan instalasi air bersih kini tersedia, sehingga TPS dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat kegiatan lingkungan sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.

Dalam evaluasi, pengurus LPBI MWC NU Trangkil menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program, memperkuat transparansi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat. TPS Santri Bumi Telon tidak hanya dipandang sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai simbol kepedulian lingkungan dan pemberdayaan kader. Dalam sambutannya, Ketua LPBI MWC NU Trangkil, Khanafi, menegaskan bahwa kegiatan TPS Santri Bumi Telon adalah langkah nyata yang harus diikuti dengan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.



Acara evaluasi ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh pihak untuk terus mengembangkan TPS agar semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kerja sama antara masyarakat dan pengurus NU mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan.

*

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama