NU Trangkil

Menjaga Nilai Luhur Agama dan Budaya di Takbir Keliling Desa Kadilangu

 

Foto Dokumentasi NU Ranting Kadilangu 2026

nutrangkil.com _ Takbir keliling di Desa Kadilangu tahun ini berlangsung penuh kesederhanaan, dengan cahaya oncor bambu yang berderet di sepanjang jalan dan lantunan takbir dari speaker aktif kecil yang menggema syahdu. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan warga sekaligus menjaga nilai budaya desa.

Kepala Desa Kadilangu, Arif Heru Prasetyo, menegaskan bahwa sebagai desa budaya, Kadilangu harus selalu menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan. “Kadilangu sebagai desa budaya harus selalu menjaga nilai-nilai luhur agama dan budaya” ujarnya.


Kesepakatan bersama antara Ranting NU Kadilangu, Pemerintah Desa, dan Takmir Masjid menegaskan bahwa takbir keliling harus bebas dari hura-hura berlebihan. Tidak ada musik DJ, tidak ada horeg, dan tidak ada ogoh-ogoh berbentuk binatang yang bisa mengganggu kekhidmatan acara. Subhan, perangkat desa, menambahkan bahwa peserta yang melanggar aturan akan diminta kembali dan tidak diperkenankan ikut takbir keliling.

Dengan aturan yang jelas dan komitmen bersama, takbir keliling di Kadilangu bukan hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga wujud nyata pelestarian budaya desa.

*

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama