NU Trangkil

Amaliyah NU Mengakar di Krandan

 

Foto Dokumentasi Tim Media PAC Ansor Trangkil


nutrangkil.com _ Pada kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) dan Santunan Yatim MWC NU Trangkil putaran kedua yang digelar di Masjid Baiturrahman Desa Krandan, Selasa 3 Maret 2026, Ketua Ranting NU Krandan H. Musthofa, Lc. menyampaikan sambutan sekaligus laporan kegiatan. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi amaliyah NU yang telah mengakar di masyarakat Krandan serta mengapresiasi kekompakan warga dalam mendukung program NU. Dalam laporannya, H. Musthofa memaparkan berbagai kegiatan yang telah berjalan, mulai dari tahlilan, khataman, program Koin NU, hingga peran aktif IPNU-IPPNU.

Beliau menegaskan bahwa masyarakat Krandan sangat kental dengan amaliyah NU. Walaupun tidak semua warga memiliki Kartu Anggota NU (Kartanu), hampir seluruhnya menjalankan tradisi NU seperti tahlilan hingga tujuh hari. Di Krandan, tahlilan dilakukan dengan cara sederhana tanpa suguhan besar atau berkatan setelah hari ketujuh, demi meringankan beban keluarga yang sedang berduka.

Setiap pitulasan Hijriyah, warga menggelar khataman Al-Qur’an secara bergilir di masjid dan lima mushola. Selain menjadi ajang ibadah, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat. Tradisi ini memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga semangat keagamaan di Krandan.

Program Koin NU yang dijalankan UPZISNU Krandan berkembang pesat. Dana yang terkumpul telah digunakan untuk membeli mobil serba guna, yang kini lebih sering dipakai untuk mengantar jenazah. Keperluan jenazah seperti kain kafan disediakan oleh UPZISNU, sementara papan dan patok disiapkan oleh desa. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dalam urusan pemulasaraan jenazah dapat tercukupi dengan baik.

IPNU dan IPPNU turut aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan, seperti anjangsana, takziyah, tahlilan malam terakhir, dan khataman bulanan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa tradisi NU tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

Kegiatan keagamaan di masjid berjalan lancar, termasuk selapanan, ngaji Ramadhan, buka puasa bersama, dan takjilan. Meski program Bahtsul Masail sempat disosialisasikan sebelum adzan Jumat, kegiatan tersebut kini terhenti karena kekurangan bahan dan hasil dari MWC NU Trangkil jarang terdokumentasi secara rutin. Sementara itu, pelaksanaan qurban dilakukan melalui kerja sama antara takmir masjid dan NU.

*

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama