NU Trangkil

Refleksi Perjuangan Ulama, Harlah NU ke-103 Digelar MWC NU Trangkil

 

Foto Dokumentasi Ansor Trangkil 2026

nutrangkil.com _ Sejak pagi, suasana di MWC NU Trangkil diguyur hujan yang menambah kesejukan dan kekhidmatan peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke-103. Meski langit mendung, jamaah tetap bersemangat hadir memenuhi halaman majelis pada Ahad, 10 Januari 2026 bertepatan dengan 22 Rajab 1447 H.

Rangkaian acara dimulai pada pagi hari pukul 08.00 dengan takhtimul Qur’an bil ghoib yang dipimpin para hafidz dan santri. Lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema syahdu di tengah rintik hujan, menghadirkan suasana religious. Sementara itu, istighotsah bersama dilaksanakan pada malam harinya pukul 19.30, diikuti oleh jamaah dengan penuh kekhusyukan, memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, kejayaan NU, serta dijauhkan dari bencana.



Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Trangkil, seluruh lembaga di bawah naungan NU, serta para pengurus ranting dari se-Kecamatan Trangkil. Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Trangkil, H. Syakroni, menegaskan bahwa kelahiran NU merupakan tonggak perjuangan para ulama dalam menjaga agama, bangsa, dan tradisi. Ia mengajak seluruh warga NU untuk menjadikan momentum Harlah ke-103 sebagai penguat komitmen kebangsaan, memperkokoh ukhuwah, serta melanjutkan khidmat di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.

Peringatan Harlah NU ke-103 ini menjadi refleksi perjalanan panjang NU sebagai benteng akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Selain itu, acara ini juga menjadi pengingat akan peran besar NU dalam menjaga persatuan umat dan membawa rahmat bagi semesta, dengan suasana hujan yang seakan menambah kesyahduan doa dan lantunan ayat suci.

*

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama